Sistem Pelaporan Hasil Praktikum Menuai Polemik, Dekanat Fakultas Biologi Selenggarakan Audiensi

LPM Pro Justitia, Purwokerto (29/02/2020)

Untuk menyelesaikan polemik mengenai sistem pelaporan hasil praktikum, pihak Dekanat Fakultas Biologi mengadakan audiensi yang melibatkan mahasiswa dengan asisten praktikum. Audiensi ini digelar di ruang Auditorium Fakultas Biologi Unsoed pukul 10:00 WIB. Audiensi ini dihadiri oleh wakil dekan bagian akademik, kepala program studi, dan mahasiswa angkatan 2016 sampai dengan 2018. Audiensi digelar guna menampung kritik dan saran dari para mahasiswa serta tanggapan dari para asisten praktikum terkait dengan sistem pelaporan hasil praktikum. Mahasiswa menilai format penulisan dan waktu pengumpulan laporan yang relatif singkat cukup memberatkan. Di lain pihak, asisten praktikum juga merasa tersudutkan karena mereka merupakan penanggung jawab dalam pelaksanaan praktikum itu sendiri.
Menurut penuturan Princessa, salah satu mahasiswa yang hadir dalam audiensi tersebut, “Format penulisan telah ada dari awal dan seragam untuk semua praktikum.” Namun pada pelaksanaan praktikum, terjadi beberapa perubahan mengenai format penulisan itu sendiri “Namun pada prakteknya, format penulisan berbeda-beda pada setiap praktikum dan hal itulah yang dipermasalahkan oleh para mahasiswa,” tambahnya. Selain itu, laporan hasil praktikum pada tahun ini cukup berbeda karena terdapat perbedaan dalam intensitas mata kuliah yang menambah beban mahasiswa. “Sebelumnya ada selingan mata kuliah di luar biologi seperti bahasa Indonesia dan lainya, dimana mata kuliah yang membutuhkan laporan itu dijadikan satu kemudian seminggu kemudian ada laporan selanjutnya (sehingga menumpuk),” ujar Dian Ageng salah satu asisten praktikum di fakultas tersebut.
Audiensi ini juga membahas mengenai rekrutmen asisten praktikum yang diadakan mendadak dan tidak ada sosialisasi sebelumnya. Dian mengutarakan bahwa audiensi ini juga menjadi forum bagi asisten praktikum untuk menjelaskan bahwa praktikum telah diambil alih langsung oleh fakultas dan asisten praktikum tidak lagi dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang kemudian memperkeruh masalah. Pasalnya di tahun-tahun sebelumnya selalu ada pemberitahuan mengenai rekrutmen asisten praktikum baru sehingga asisten lama mengetahuinya. Menurutnya, dosen-dosen juga dikagetkan dengan perubahan pemegang praktikum yang dilakukan oleh pihak fakultas.
Mengenai hal tersebut, menurut penuturan Dian akan diselenggarakan audiensi lanjutan yang mana diharapkan fakultas dapat menerima aspirasi dari asisten praktikum yang mengkhawatirkan proses dalam perekrutan yang bisa saja menghasilkan asisten praktikum yang tidak memenuhi kriteria. “Walaupun aspirasi tersebut tidak dapat diterima di tahun ini, kami berharap aspirasi tersebut dapat diterima di tahun berikutnya,” ujar Dian mengungkapkan harapanya terkait masalah ini.
Audiensi ini kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai format penulisan laporan, sistem pengumpulan dan revisi laporan yang diharapkan dapat lebih memberikan keringanan pada mahasiswa. Para mahasiswa juga akan menunggu hasil-hasil lain dari audiensi tersebut seperti yang diutarakan. Sedangkan terkait dengan perubahan sistem rekrutmen, para asisten praktikum berharap pihak fakultas bersedia untuk terus berkolaborasi dengan asisten praktikum yang lama seperti di tahun-tahun sebelumnya.

Reporter : Ardi/Fahmi
Narasi : Rania

LPM PRO JUSTITIA
TRANSFORMASI IDE & OBJEKTIFITAS

Leave a Reply

Your email address will not be published.