DIALOG ASPIRASI SAMBUT REKTOR BARU

Sejumlah mahasiswa Unsoed yang tergabung dalam aksi kreatif “Kamis Manis Ngopi Bareng Carektor” digelar didepan Gedung Rektorat Unsoed,Purwokero,Kamis (24/03/2022). Aksi ini sebagai bentuk pengawalan mahasiswa Unsoed terhadap pemilihan rektor baru.

Purwokerto, Kamis (24/03/2022) Aksi kreatif “Kamis Manis Ngopi Bareng Carektor” digelar didepan Gedung Rektorat Unsoed dibawah cuaca yang mendung dan sempat diguyur hujan. Aksi ini diinisiasi oleh BEM FPIK, BEM KBMIK, BEM Fapet, BEM MIPA, BEM FEB dan BEM Unsoed. Aksi ini merupakan aksi lanjutan dalam prosesi mengawal pemilihan Calon Rektor Unsoed periode 2022-2026. Seluruh elemen Keluarga Besar Mahasiswa Unsoed (KBMU) turut diundang dalam kegiatan ini melalui postingan instagram @bem_unsoed pada 23 Maret 2022. Dimeriahkan dengan penyampaian orasi, pembacaan puisi dan penampilan dari berbagai fakultas yang diwakili oleh UKM seni.


Bagus selaku Koordinator Lapangan, menuturkan “Tujuannya aksi kreatif ini memang tujuannya untuk berdialog, awalnya kami menyusun ini taunya bahwa masih ada calon rektor eh ternyata kebetulan di hari yang sama di momentum yang sama disaat lagi ada pemilihan rektornya, jadi ngubah planning untuk menghadirkan rektornya saja biar langsung konkrit didengar sama pimpinan kita 4 tahun kedepan. “
Ada 4 (empat) sektor topik permasalahan yang dibawa,

  1. Biaya pendidikan, banyak mahasiswa yang mengeluhkan biaya pendidikan tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi sebagian keluarga mahasiswa dan biaya pendidikan yang dianggap terlalu tinggi.
  2. Fasilitas kampus yang tidak sesuai dengan kebutuhan mahasiswa atau sulitnya mengakses fasilitas kampus bagi mahasiswa Unsoed. Contohnya seperti penggunaan fasilitas GOR Soesilo Soedarman yang memerlukan biaya ketika ingin digunakan oleh mahasiswa Unsoed, dan hal tersebut dianggap kurang etis mengingat GOR Soesilo Soedarman adalah fasilitas milik Unsoed yang harusnya bisa digunakan oleh KBMU tanpa dipungut biaya.
  3. Kebijakan kampus, salah satunya adalah kebijakan green campus yang sayangnya tidak terealisasikan dengan maksimal, baik dengan fasilitas yang kurang memadai dalam kebijakan ini seperti ketersediaan sepeda dalam kebijakan green campus yang juga disinggung dalam aksi ini.
  4. Kesejahteraan mahasiswa yang dianggap kurang diperhatikan oleh kampus. Salah satunya mengenai kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Problem ini dikeluhkan oleh perwakilan mahasiswa FEB yang sebelumnya telah melakukan kajian terhadap kekerasan seksual yang terjadi di FEB, dimana hasilnya FEB memiliki angka kasus kekerasan seksual tertinggi di kampus, dan meningkat dari tahun sebelumnya. Mahasiswa juga mengharapkan agar kampus lebih peka terhadap permasalahan ini dengan berpedoman pada anjuran Permendikbudristek PPKS.

Kedatangan rektor terpilih Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr. , disambut dengan segelas kopi oleh Presiden BEM Unsoed Alfan Maulana Akbar


Pukul 16.20 WIB rektor terpilih datang dan disambut dengan segelas kopi oleh Presiden BEM Unsoed kemudian membuka sesi tanya jawab yang menyinggung 4 sektor permasalahan diatas. Dilanjutkan dengan pembacaan 14 poin pakta integritas oleh Presiden BEM Unsoed yang disaksikan oleh semua partisipan yang tergabung dalam aksi tersebut. Setelah pembacaan 14 poin pakta integritas, partisipan yang hadir meminta rektor terpilih segera menandatanganinya sebagai bukti komitmen beliau. Namun keinginan tersebut belum dapat terwujud. Beliau meminta untuk menunda penandatanganan karena ingin mengkaji terlebih dahulu isi dari pakta integritas dan tidak ingin menandatangani secara tergesa-gesa. Beliau juga menjanjikan dialog lanjutan dengan KBMU untuk membahas isi pakta integritas dan tuntutan yang diberikan oleh mahasiswa.


Menurut Farhan, salah satu partisipan yang kami wawancarai dalam aksi ini mengatakan, “Saya mengapresiasi kepada mahasiswa Unsoed yang telah hadir pada sore ini. Walaupun pada akhirnya rektor terpilih tidak bersedia atau belum bersedia menandatangani sore hari ini, tapi kita akan tetap mengawal pakta integritas ini sampai ditandatangani.“ Ia juga mengutarakan kekecewaan dengan sikap rektor pada sore hari tersebut, meski demikian ia juga tetap berharap kepada beliau untuk secepatnya bersedia menandatangani pakta integritas tersebut.


Farhan mengaku bahwa kegiatan pengawalan pemilihan rektor 2022-2026 sudah berlangsung sejak bulan Januari, yang dipelopori oleh beberapa BEM se-Unsoed. Jadi kegiatan saat ini adalah rangkaian kegiatan lanjutan dalam mengawal pemilihan tersebut.


Reporter : Pratiwi, Rafiida, Sabil, Firstha
Penulis : Rafi
Editor : Rafi

LPM PRO JUSTITIA
TRANSFORMASI IDE DAN OBJEKTIFITAS

Leave a Reply

Your email address will not be published.