Kawal Isu Nasional, Aliansi Semarak Gelar Aksi

Salah satu partisipan aksi membawakan poster berisi tuntutan

Purwokerto, Jumat (08/04/2022) Persatuan mahasiswa dan organisasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Serikat Masyarakat Bergerak (Semarak) Kabupaten Banyumas menggelar aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyumas untuk menyampaikan beberapa tuntutan terhadap keputusan dan wacana pemerintah pusat. 

Massa yang tergabung dalam Aliansi Semarak Banyumas itu mulanya berkumpul di kampus masing-masing lalu berkumpul di Masjid 17 dekat UIN Prof. KH. Syaifuddin Zuhri (UIN SAIZU) kemudian massa yang sudah berkumpul berjalan kaki bersama dari tempat mereka berkumpul menuju Gedung DPRD Banyumas. 

Aksi kali ini mengangkat 5 (lima) tuntutan permasalahan. Pertama, menuntut penolakan terhadap penundaan pemilu tahun 2024. Kedua, menuntut penolakan terhadap wacana perpanjangan terhadap masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Ketiga, menuntut penolakan terhadap kenaikan bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Keempat, masalah kriminalisasi terhadap aktivis. Kelima, mewujudkan reformasi agraria sejati dan industrialisasi nasional. 

Alfan selaku Presiden BEM Unsoed menekankan pada 3 permasalahan pokok, yaitu : 

1.Kenaikan Harga Barang Pokok 

“Yang pertama soal urgensi yang memang dirasakan oleh rakyat yang kesulitan dengan kenaikan harga ini, banyak sekali masyarakat sipil yang sudah menanyakan kepada mahasiswa, kapan ini mahasiswa turun untuk menyuarakan aspirasi rakyat? Saat ini rakyat sedang kesusahan karena kenaikan harga pokok.” ujar Alfan. 

2.Soal Penundaan Pemilu  

“Hal ini menjadi menjadi urgent juga, kenapa? Karena sudah banyak dari pihak pemerintah dari menteri-menteri Jokowi sudah berani mengeluarkan wacana itu ke publik. Sudah berani melempar wacana itu ke publik artinya sudah ada perencanaan akan menuju kesana dan hal ini kemudian karena hal itu bertentangan dengan konstitusi yang memang mengamanahkan kita untuk melaksanakan pemilu 5 tahun sekali.” ucap Alfan 

3.Presiden 3 Periode 

Alfan juga mengatakan “Soal presiden 3 periode ini juga urgent kawan-kawan semua, dan seperti yang tadi sudah dikeluarkan statement dari pihak pemerintah pusat dan arahnya akan kesana juga gitu, ini mengkhianati amanah  reformasi yang mana seharusnya kita membatasi masa jabatan presiden gitu, dan juga melanggar konstitusi dimana pasal 7 seharusnya presiden tidak boleh lebih dari 2 periode, makanya kita pilih isu-isu ini berdasarkan urgensi yang dirasakan masyrakat juga adanya dampak-dampak kehancuran demokrasi yang nanti akan dirasakan.” 

Bupati Banyumas, Achmad Husein dan Wakil Ketua DPRD III Supangkat turun langsung menemui massa yang menggelar aksi. Achmad Husein dan Supangkat menyatakan setuju dengan semua tuntutan yang dibawakan mahasiswa. Supangkat juga menitipkan pesan kepada massa yang hadir “Pertama mengucapkan terimakasih atas penyampaian aspirasinya, yang kedua tetap menjaga kondusivitas di Banyumas, yang ketiga menjaga keukhuwahan islamiyah di Banyumas.” 

Bupati Banyumas, Achmad Husein menandatangani isi tuntutan yang diberikan mahasiswa

Terkait dengan tanggapan dari Bupati Banyumas dan Wakil Ketua DPRD yang setuju dengan tuntutan yang dibawakan mahasiswa, Koordinator Lapangan Bagus Hadikusuma menyatakan “Tanggapan DPRD alhamdulillah, kita tidak menyangka bahwa DPRD dan Pak Bupati punya pandangan yang sama terhadap isu ini. Sepakat untuk menandatangi, dan akan menindaklanjuti dengan memberikan aspirasi kepada pemerintah pusat.” Bagus juga menambahkan harapannya setelah agenda ini berlangsung, “Jelas, harapan teman-teman semua bukan harapan saya doang bahwa isu tuntutan kita harus direalisasikan oleh pemerintah pusat dan jelas tuntutan capaian minimal kita sudah disepakati sudah disetujui dan mereka sudah punya sikap yang jelas. Teman-teman denger ya, Pak Bupati, Pak Ketua DPRD punya sikap yang sama setuju untuk tuntutan kita. Itu harapan kita, tuntutan kita direalisasikan oleh pemerintah pusat.” 

Alfan juga menanggapi terkait hasil tuntutan dalam aksi ini, “Belum, kenapa ini belum sukses, karena objek politik kita adalah presiden, objek politik kita Presiden Republik Indoensia Joko Widodo, ketika kita menyampaikan aspirasi saat kita tuntut adalah presiden, kita sampaikan kepada pihak pemkab dan DPRD hanya untuk menyampaikan gitu. Jadi aksi ini tidak selesai sampai disini jika nanti memang memungkinkan kita akan lanjutkan menyampaikan aspirasi kepada pihak pemerintah pusat di nasional secara langsung supaya nantinya kita dapat merasakan sama-sama kebijakan yang akan dibuat pemerintah.”  

Salah satu peserta aksi Rayhan menuturkan, “Menurut saya tuntutannya kita hari ini terpenuhi meski bukan secara gamblang dipenuhi tapi tetap kondisi positif untuk dipenuhinya tuntutan kita, walaupun kita menyepakati dari tadi yang dikomandokan bahwasanya kita akan datang lagi kalau memang tuntutan kita tidak dipenuhi.” 

Aksi ini ditutup dengan orasi dari pewakilan massa yang mengharapkan pemerintah Kabupaten Banyumas untuk segera menyampaikan aspirasi masyarakat Banyumas kepada pemerintah pusat, dan menegaskan apabila aspirasi tidak sampai kepada pemerintah pusat atau terjadi penolakan terhadap isi tuntutan yang diberikan, akan ada aksi lanjutan baik tingkat daerah maupun langsung ke pusat. Massa bubar pada pukul 16.40 WIB. 

LPM PRO JUSTITIA  

TRANSFORMASI IDE & OBJEKTIVITAS 

Reporter : Salwa, Pratiwi 

Penulis : Rafi 

Editor : Rafi 

Leave a Reply

Your email address will not be published.