Mimbar Bebas Rawat Ingatan 24 Tahun Reformasi

Purwokerto,Sabtu (21/05/2022) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM UNSOED) menggelar mimbar bebas di alun-alun Kota Purwokerto untuk memperingati 24 tahun peringatan reformasi. 

Massa yang tergabung dari BEM STMIK,BEM UNSOED,BEM FAPET,dan BEM fakultas lainnya itu berkumpul di alun-alun Purwokerto sekitar pukul 17.00 WIB. Kemudian massa yang berkumpul melakukan orasi terbuka, pembacaan puisi,dan kemudian ada simbolik dengan membawa poster berisi pesan-pesan untuk pemerintah. 

Alfan selaku Presiden BEM Unsoed mengatakan “Acara ini adalah mimbar bebas jadi kita menyediakan peluang untuk semua orang dan terbuka untuk umum siapapun itu dan itu sebagai ajang aspirasi untuk kawan kawan semua untuk memperingati 24 tahun Reformasi. Pada hari ini, tanggal 21 Mei dan bersama-sama. 21 Mei 1998 pada saat itu terjadi penurunan presiden Soeharto yang menandakan bahwa era reformasi mulai. Dan pada hari ini, harus selalu kita ingat.” 

Menteri Aksi dan Propaganda Safira menyatakan harapannya mengenai isu ini “saya berharap bahwa kita sebagai masyarakat umum atau mahasiswa tanpa kepentingan lain dan dari kita sendiri kita harus merawat ingatan terus mengawasi pemerintah, berjalannya kepemerintahan ini gimana caranya bahwa Indonesia, rakyat Indonesia itu sejahtera makmur tidak ada yang dikucilkan tidak ada yang diintimidasi tidak ada lagi kekerasan yang dilakukan oleh aparat seperti 24 tahun silam itu. Jadi, harapan saya masyarakat tetap melek tetap merawat ingatannya terhadap reformasi ini.” Alfan juga menuturkan harapannya mengenai isu ini “Harapan saya kepada masyarakat bahwa pada saat ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja dan masyarakat harus menyadari bahwa saat masyarakat diam, itu akan merugikan masyarakat itu sendiri. Makanya harapannya dengan hal ini bisa mengingat kan kembali pada masyarakat bahwa Reformasi harus dikawal supaya masyarakat bisa menjadi lebih baik. Supaya pemerintah bisa kembali ke jalan yang benar.” 

Mengenai antusiasme masyarakat, Safira menuturkan “Alhamdulillah sebenarnya antusiasme masyarakat kita sendiri yang saya harapkan orang-orang yang ada disini, yang di sekitar alun-alun, masyarakat bisa mendengarkan orasi dari kita bisa mendengarkan walaupun tidak terjun langsung tetapi seenggaknya mendengarkan orasi dari kami atau puisi yang kami bawakan, itu dapat menanamkan dan merawat ingatan kita langsung rasa 24 tahun reformasi belum ada apa-apanya, belum ada konkritnya yang memang menjadi tujuan utama reformasi.” 

Aksi ini ditutup dengan orasi dari perwakilan BEM yang berisi harapan kepada masyarakat agar selalu ingat dan mengawal jalannya pemerintahan agar sesuai dengan tujuan reformasi yang sudah berjalan selama 24 tahun. Lalu massa aksi bubar pada pukul 18.00 WIB. 

LPM PRO JUSTITIA   

TRANSFORMASI IDE & OBJEKTIFITAS  

Reporter : Salwa, Pratiwi, Sabil 

Penulis : Rafi  

Editor : Rafi 

Leave a Reply

Your email address will not be published.